Sekolah Pasar

Tentang Sekolah Pasar

Sisi-sisi kemanusiaan pedagang kiranya banyak dilupakan orang. Padahal kalaulah usaha tergantung pada pengusahanya, maka perhatian terhadap manusia pedagang sangatlah penting. Manusia akan menjadi modal utama dalam usaha, termasuk di dalamnya usaha pedagang di pasar tradisional. Kenyataan rupanya berkata lain. Para pedagang lebih sering mengeluhkan usahanya bermasalah dengan modal finansial.

Akibatnya pasar tradisional dikepung berjibun lembaga keuangan baik bank maupun non bank. Dalam hal ini pasar pun telah menjadi “pasar” bagi perusahaan keuangan. Sungguhpun ia diperlukan tapi pemujaannya yang berlebihan justru telah mengabaikan modal manusia dan modal sosial yang semestinya diutamakan. Bangunan dibenahi, modal dikucurkan, dan selesailah kewajiban. Demikian kiranya anggapan pemangku kebijakan.

Urusan manusia dianggap sebagai urusan sosial dan kembali ke pribadi masing-masing. Maka dibentuklah paguyuban, kelompok, dan koperasi, yang lagi-lagi bergiat dalam kegiatan simpan pinjam. Tidak banyak diadakan majelis ilmu, pelatihan, dan kegiatan pembangunan manusia lain. Walhasil tidak banyak pula ilmu dan teknologi perdagangan baru yang dikuasai. Akhirnya, keadaan pun makin berat ketika terjadi pengambilalihan pangsa oleh pasar modern jejaring multinasional.

Padahal teori ekonomi modern telah lama memasukkan variabel modal manusia sebagai determinan penting kinerja usaha. Sementara kita masih menganut teori ortodoks era 1700-an yang telah lama diperbarukan. Sayangnya teori-teori ekonomi ortodok ini pun masih menjadi ajaran utama di berbagai jenjang sekolah di Indonesia, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Akibatnya generasi muda makin abai dengan pasar tradisional dan lebih suka berbelanja di pusat perbelanjaan modern (mal).
Hasil Studi Media Data (2009) menunjukkan bahwa pada tingkat nasional, saat ini 28 ritel modern utama menguasai 31% pangsa pasar ritel dengan total omset sekitar Rp. 70,5 trilyun. Ini artinya bahwa satu perusahaan rata-rata menikmati Rp. 2,5 Trilyun omset ritel/tahun atau Rp. 208,3 milyar/bulan. Hal ini kontras dengan ritel tradisional yang memiliki total omset sebesar Rp. 156,9 trilyun namun dibagi kepada sebanyak 17,1 juta pedagang, yang 70%-nya masuk kategori informal. Dengan demikian satu usaha pedagang tradisional rata-rata hanya menikmati omset sebesar Rp. 9,1 juta /tahun atau Rp. 764,6 ribu/bulan. Kondisi tersebut seirama dengan hasil penelitian AC Nielson (2006) yang menyatakan bahwa pasar modern tumbuh sebesar 31,4% sedangkan pasar tradisional tumbuh negatif 8%.

Tujuan dan Sasaran

Sekolah Pasar menjadi media pengembangan agama, ilmu pengetahuan, dan teknologi bagi pelaku pasar tradisional. Ia membuka diri baik bagi pedagang, pemasok, pengecer, konsumen, dan siapapun yang menaruh kepedulian. Ia adalah wahana belajar bersama, bertukar pikiran, serta tempat persemaian gagasan inovasi dan pemajuan pasar tradisional ke depan. Ialah yang akan mengejawantahkan amanah Nabi Muhammad bahwa setiap manusia wajib menuntut ilmu sejak dari buaian sampai ke liang lahat.

Sekolah Pasar juga akan menjadi media rintisan pembersatuan ekonomi parapelaku pasar tradisional, yang kiranya kini masih tercerai berai. Ia akan menjadi perekat dan perapat barisan pegiat industri desa, koperasi sejati, dan pasar tradisional. Hanya dengan kebersatuan inilah maka mereka sanggup menghadapi setiap tantangan dan perubahan. Ia menjadi embrio bagi realisasi visi misi pasar tradisional ke depan. Secara khusus ia dapat pula dijadikan instrument inovasi Pendidikan Dasar dan Menengah para anggota dan pengurus koperasi pasar. Pun ia adalah bagian dari usaha revitalisasi koperasi pasar.

Sekolah Pasar pun akan menjadi think-thank dan medium persemaian konsep Pasar Mandiri, untuk mengembalikan khittah pasar sebagai pemasar produk desa. Berangsur-angur perlu dikurangi ketergantungan pasar terhadap pasokan produk pabrikan. Demikian halnya ia menjadi pemikir rintisan Bursa Koperasi Pasar sebagai media interkoneksi antarkoperasi pasar tradisional di DIY, baik secara langsung maupun virtual.

Sekolah Pasar juga akan menjadi media pendidikan untuk menanamkan kecintaan kepada anak-anak, remaja, dan mahasiswa terhadap produk-produk lokal dan pasar tradisional. Ia akan menjadi media media pengkaderan, pewarisan, dan persemaian nilai-nilai kebersamaan dan kemandirian ekonomi yang perlu dimiliki generasi muda calon pemimpin bangsa di masa yang akan datang.

Jenjang dan Jangka Waktu

Sekolah Pasar merupakan integrasi dua tingkatan pendidikan dan pelatihan, yaitu tingkat dasar (basic) dan menengah (intermediate). Bagi yang sudah menempuh dua tingkatan tersebut maka dapat dikirimkan ke berbagai diklat di luar pasar untuk tingkatan ahli (advance). Pengiriman dapat dilakukan ke kelas-kelas di Perguruan Tinggi, diklat pemerintah, dan berbagai seminar, konferensi, workshop, dan in-house training lainnya.

Sekolah Pasar dilangsungkan selama 6 bulan pada setiap tingkatan. Dengan demikian, setiap tahun Sekolah Pasar dapat menyelenggarakan dua angkatan. Dalam rangka penyegaran dan pembaruan maka bagi mereka yang sudah menempuh pendidikan tingkat dasar dan menengah akan diadakan pengajian/seminar reguler, pelatihan tematik, atau workhshop per 2 bulan setiap tahunnya.

Peserta dinyatakan lulus Sekolah Pasar sesuai dengan tingkatan yang diikutinya dan mendapatkan sertifikat kelulusan dari pengelola. Semua pengurus koperasi pasar dan organisasi lain yang terkait pasar tradisional memiliki semestinya sertifikat kelulusan Sekolah Pasar tersebut. Selanjutnya Sekolah Pasar akan menyelenggarakan program-program pendidikan sepanjang hayat yang disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan lingkungan.

Metode Pembelajaran dan Tenaga Pengajar

Pembelajaran yang dikembangkan dalam Sekolah Pasar adalah metode pembelaran konstruktif bagi orang dewasa, yang dikemas secara populer, menarik, dan atraktif. Pembelajaran dilakukan dengan kombinasi model klasikal, diskusi interaktif, observasi lapangan, simulasi, tutorial dan berbagai variasi model lainnya yang diusahakan agar peserta tidak mengalami kebosanan. Pembelajaran berangkat dari modalitas sosial yang sudah dimiliki oleh para pelaku pasar tradisional.

Pembelajaran menggunakan pendekatan hadap-masalah dan bukan sekedar transfer ilmu pengetahuan. Metode ini diarahkan untuk membangun dan memperbarui bukan saja kapasitas pengetahuan, tetapi juga jiwa dan hati para pegiat pasar tradisional. Sekali lagi hal ini karena Sekolah Pasar merupakan alat untuk membangun kesadaran, karakter, dan mindset manusia, dalam rangka turut mencerdaskan kehidupan bangsa. Ia tentu bukan sekedar meningkatkan kapasitas otak pesertanya.

Tenaga pengajar Sekolah Pasar adalah siapapun yang bersedia membagi ilmunya bagi kemajuan pasar tradisional. Mereka dapat berasal dari akademisi (dosen, mahasiswa, dan peneliti), aktivis LSM, teknokrat, pegiat koperasi pasar, termasuk dari berbagai unsur di dalam pasar tradisional itu sendiri. Rekruitmen pengajar dilakukan melalui mobilisasi terbuka di berbagai media sosial (online). Sebagai perintis awal adalah tenaga pengajar dari DesaMart, Pusat Studi Kewirausahaan UMB Jogja, Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM, dan Mubyarto Institute.
Sebagai bagian dari elemen Sekolah Pasar maka pada saat yang bersamaan dikembangkan Klinik Pasar, sebagai media konsultasi lanjutan bagi para pelaku usaha pasar tradisional. Tenaga pengajar dalam klinik tersebut sesuai bidang keahliannya dan dengan jadwal yang ditetapkan.

Program utama Sekolah Pasar yakni kelas pasar, klinik pasar, dan pendidikan konsumen dilaksanakan setelah proses assessment selesai dilakukan.

Kelas Pasar

Kelas Pasar adalah program pertemuan rutin dwi mingguan yang bersifat klasikal dan diskusi. Di dalam kelas pasar inilah pedagang dan koperasi melakukan diskusi bersama Sekolah Pasar selama 8 – 12 kali pertemuan. Materi dalam kelas pasar diperoleh dari assessment yang terbagi menjadi dua yakni materi umum dan materi khusus. Materi umum adalah materi yang selalu ada dalam seluruh Sekolah Pasar. Materi khusus adalah materi yang disesuaikan dengan kondisi pada masing-masing pasar.

Materi Umum Kurikulum Kelas Sekolah Pasar

Materi Pokok Bahasan

  • Pasar Rakyat dan Perekonomian Indonesia, membahas peran dan posisi pasar rakyat dalam perekonomian Indonesia.
  • Kewirausahaan, Membahas cara membangun dan mengembangkan jiwa kewirausahaan.
  • Koperasi Pasar dan Pasar Rakyat, Membahas peran strategis koperasi pasar dalam mengembangkan pasar rakyat.
  • Kebijakan Pemerintah, Membahas Kebijakan pemerintah pusat dan daerah dalam mengembangkan pasar rakyat.

Klinik Pasar

Klinik Pasar adalah program pendampingan untuk pedagang dan koperasi. Sekolah Pasar melakukan pendampingan langsung pada pedagang dan koperasi untuk bersama-sama memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh pedagang dan koperasi. Materi dalam klinik pasar diperoleh dari assessment dan hasil diskusi dalam kelas pasar.

Pendidikan Konsumen

Pendidikan Konsumen adalah program kampanye kepada masyarakat luas agar tidak meninggalkan pasar rakyat, pasarnya sendiri. Program pendidikan konsumen dilakukan melalui website, buletin, dan media sosial seperti facebook dan twitter.

Awal Sekolah Pasar

Lebih dari 13 ribu pasar dengan sekitar 13 juta pedagang yang menggantungkan hidup. Itulah pasar tradisional (pasar rakyat). Jumlah yang hanya bisa “dikalahkan” oleh sektor pertanian. Pada sektor pertanian telah banyak yang turun melakukan penguatan. Namun, selain pemerintah sepertinya masih sedikit yang melirik pasar rakyat. Padahal, sekali lagi, sektor ini adalah sektor terbesar kedua setelah pertanian dalam perekonomian Indonesia. Potensi yang teramat besar dan seiring dengannya tentu memiliki permasalahan yang sangat pelik.

Demikianlah, sehingga Sekolah Pasar memberanikan diri, menanggalkan berbagai atribut dari berbagai latar belakang, untuk turun memberi sedikit sumbangsih dalam penguatan pasar tradisional. Ijinkan kami untuk bercerita.

Sekolah Pasar adalah gerakan mengajar di pasar tradisional yang dilakukan oleh puluhan relawan dari berbagai latar belakang di Kota Yogyakarta dengan pilot project di Pasar Kranggan. Sekolah Pasar merupakan upaya untuk memberikan sumbangsih bagi perwujudan amanat Undang-undang Dasar 1945 khususnya Pasal 31 dan Pasal 33.

Sekolah Pasar dicitakan sebagai media pengembangan bagi pelaku pasar tradisional. Ia membuka diri baik bagi pedagang, pemasok, pengecer, konsumen, dan siapapun yang menaruh kepedulian. Ia adalah wahana belajar bersama, bertukar pikiran, serta tempat persemaian gagasan inovasi dan pemajuan pasar tradisional ke depan. Sekolah Pasar juga akan menjadi media rintisan pembersatuan ekonomi para pelaku pasar tradisional, yang kini masih cerai-berai. Ia akan menjadi perekat dan perapat barisan pegiat industri desa, koperasi sejati, dan pasar tradisional. Hanya dengan kebersatuan inilah maka mereka sanggup menghadapi setiap tantangan dan perubahan.

Sekolah Pasar bertumpu pada pembangunan manusia pedagang. Oleh karenanya ia berusaha memenuhi kebutuhan substantif manusia, yaitu pengembangan nilai-nilai, pola pikir, dan ilmu pengetahuan baru. Substansi kurikulum juga disesuaikan dengan konteks kebutuhan dan masalah spesifik yang dihadapi pelaku pasar tradisional. Dalam perkembangannya inovasi dan kontekstualisasi kurikulum akan selalu dilakukan. Oleh karenanya kurikulum tersebut dibahas terlebih dahulu dengan para pengurus Paguyuban dan Koperasi Pasar. Diharapkan masukan-masukan kontekstual dapat memperkaya dan membumikan struktur dan muatan-muatan dalam kurikulum yang dirancang.

Bulan Desember 2011, hanya dengan bekal keberanian kami melakukan rekruitmen terbuka bagi siapapun yang ingin bergabung. Tak disangka tak dinyana, sekitar 50 orang bersedia mendedikasikan energi, waktu, dan ilmu. Hampir semuanya adalah mahasiswa, para intelektual muda dengan beragam disiplin ilmu dan berasal dari berbagai kampus. Siapa bilang anak muda tidak peduli pada pasar rakyat!

Open Recuitment Sekolah Pasar

Setelah itu kami selama sebulan menggodok program dan rencana kerja. Kelas Pasar, program pertemuan rutin dwi mingguan yang bersifat klasikal dan diskusi. Klinik Pasar, program pendampingan untuk pedagang dan koperasi. Pendidikan Konsumen, program kampanye kepada masyarakat luas agar tidak meninggalkan pasar rakyat, pasarnya sendiri. Itulah tiga program utama kami selain berbagai program untuk internal Sekolah Pasar.

website sekolah pasar: www.sekolahpasar.org