Gandeng-Gendong UMKM di Era Industri 4.0 di Masa Pandemi Covid-19

Sektor UMKM selama pandemi ini termasuk yang terpukul berat. Sejumlah permasalahan usaha terkait dengan dampak pandemi Covid-19 dihadapinya. Penjualan menurun drastis, kesulitan permodalan, penumpukan barang akibat rendahnya minat beli, pengurangan jumlah tenaga kerja dan lain-lain.

Ini merupakan tanggungjawab bersama, tidak hanya pemerintah. Perguruan tinggi juga memiliki tanggungjawab besar. Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan Universitas Gadjah Mada (PUSTEK UGM) mengambil peran dalam hal ini. Bekerjasama dengan Bank Syariah Mandiri (BSM) turut berperan serta dalam pendampingan UMKM untuk tetap mampu bertahan di masa pandemi.

Hal yang dilakukan ini merupakan salah satu aplikasi dari tridharma perguruan tinggi, yaitu: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Program dalam bentuk pelatihan dan pendampingan menjadi pilihan PUSTEK UGM.

Tentu saja pemerintah telah melakukan sejumlah upaya untuk membantu memulihkan keberlangsungan usaha pada sektor UMKM. Sejumlah kebijakan telah ditempuh seperti: Bantuan Tunai Langsung (BTL), restrukturisasi dan subsidi suku Bunga kredit bagi UMKM, relaksasi pajak, belanja di warung tetangga dan lain-lain. PUSTEK UGM mengambil peran karena masih perlu banyak sinergi dari berbagai pihak, karena masa pandemi tidak bisa diprediksi kapan berakhir. Bisa jadi akan berlanjut beberapa tahun kedepan.

drg. Ika Dewi Ana, M.Kes., Ph.D selaku caretaker PUSTEK UGM menyampaikan bahwa pendampingan terhadap UMKM di Jawa Tengah dan DIY dilakukan baik secara online ataupun offline. Sejumlah kegiatan yang akan dilaksanakan adalah penyuluhan dan pelatihan pemasaran on-line yang ditujukan untuk meningkatkan daya tarik dan efektifitas promosi melalui media pemasaran elektronik.

“Disamping itu adanya kegiatan pendampingan untuk pengembangan produk baru agar dapat memenuhi permintaan konsumen pada masa pandemic covid-19, seperti: produksi produk kesehatan SPA herbal, minuman herbal atau batik berbahan alam dengan desain yang unik dan simple. Kesemua produk tersebut dihasilkan oleh UMKM yg mengikuti pada pelatihan dan pendampingan yang diselenggarakan PUSTEK UGM. Untuk meningkatkan aktivitas pemasaran juga diberikan strategi jitu dari para praktisi marketing tingkat nasional seperti Pak Handojo yang merupakan konsultan marketing nasional” tutur Ika.

Aktivitas pendampingan ini disambut baik oleh para peserta. Pelatihan ini bisa berdampak positif bagi UMKM. Peserta memahami strategi pemasaran online dan mengimplementasikannya untuk mendongkrak penjualan. Pelaku UMKM juga menjadi lebih berani beralih dari produk lama ke produk baru dengan menghasilkan produk yang beragam sesuai peluang bisnis yang ada pada masa pendemi Covid-19.

“Kondisi tersebut menunjukkan Pendampingan ini akan terus dilakukan oleh Pustek UGM, mengingat kerjasama dengan UMKM selaku mitra ini akan terus berlanjut meskipun pandemi Covid-19 berakhir, sehingga diharapkan dapat terus membantu UMKM dalam meningkatkan kinerja usahanya”, imbuh Ika.

Pelatihan dilaksanakan selama 5 (lima) hari, setelah itu dilanjutkan dengan pendampingan dengan waktu dan tempat yang disesuaikan antara Tim PUSTEK UGM dan peserta. Pelaksanaan program berlangsung selama bulan Desember 2020 dan Januari 2021.

Pemateri berasal dari akademisi dan juga dari praktisi. Tim Akademisi UGM yang turut berpartisipasi dalam program ini antara lain:

  1. Prof. Ir. Ambar Pertiwiningrum, M.Si., Ph.D., IPM., ASEAN. Eng
  2. Prof. Dr. Ir. Lilik Sutiarso, M.Eng
  3. Prof. Dr. Catur Sugiyanto, MA., Ph.D
  4. Ir. Alva Edy Tontowi,M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN. Eng.

Materi yang disampaikan cukup beragam. Mulai dari paparan kebijakan pemerintah dalam upaya menyelamatkan UMKM di masa pandemi Covid-19, hingga bagaimana cara UMKM dapat bangkit dari krisis. Materi pelatihan yang diberikan dalam pelatihan adalah sebagai berikut:

  1. Membangun usaha yang inovatif & kompetitif
  2. Manajemen Keuangan
  3. Manajemen Pemasaran
  4. Manajemen Operasi & Organisasi
  5. Kelembagaan & Aspek Legal

Secara umum materi tersebut menyampaikan strategi pengembangan diversifikasi produk dalam membaca peluang pasar, strategi pemasaran dalam menyiasati kondisi Pandemi Covid-19, serta pemanfaatan teknologi sosial media dalam mendukung pengembangan pasar UMKM.

Pelatihan diikuti oleh sekitar 100 pelaku UMKM yang terdiri dari berbagai bidang usaha seperti olahan makanan, jasa, kerajinan dan sebagainya. Para peserta ini berasal dari berbagai Kabupaten di Jawa Tengah dan DIY. Sebaran peserta berasal Banyumas, Banjarnegara, Wonosobo, Kebumen, Purworejo, Semarang, Magelang, Surakarta, Gunungkidul, Sleman, Bantul, Kota Yogyakarta, dan Kulonprogo. Antusias peserta cukup tinggi, ini terlihat dari banyaknya pertanyaan kepada narasumber. Terutama terkait permasalahan yang dihadapi di masa pandemi Covid-19 ini.

Penulis: TAP
Editor: RJB/PI

Share This Post

Rilis Terbaru

Informasi dan Kerja sama

Silakan menghubungi tim kami melalui: