Pengembangan Ekowisata Mangrove Terpadu di Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau

Salah satu tantangan mempertahankan ekosistem mangrove, rehabilitasi, maupun dalam pemanfaatan mangrove untuk tujuan produktif adalah belum optimalnya pendekatan pembangunan inklusif, kerjasama antar pelaku usaha dan kewilayahan. Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan (PSEK), Universitas Gadjah Mada sejak berdiri telah mengembangkan berbagai kajian aksi (action-research) dan berhasil mengembangkan model-model pengembangan SDM dan kelembagaan di beberapa sektor, yang fokus utamanya pada pengembangan kesadaran. Penelitian terbaru mengenai perspektif kewirausahaan hijau dan demokrasi ekonomi tengah berjalan dalam program Prioritas Riset Nasional (PRN 2020-2024) bertema pembangunan inklusif.

Tujuan penelitian adalah (1) mengidentifikasi potensi SDA (bio-fisik, sosial, ekonomi, budaya, dan kepemerintahan desa-desa) dalam upaya kolaborasi antar-lembaga sosial-ekonomi di kawasan mangrove; 2) menyiapkan model kelembagaan dan desain rencana usaha kreatif dari usaha-usaha rakyat/lokal berdasar kriteria 4 A + C (Attraction, Amenities, Accessibility, Ancillary Services, and Community Participation); dan 3) melakukan uji-coba kurikulum Sekolah Ekowisata Mangrove dalam menciptakan kader-kader yang memiliki visi dan keahlian dalam pengembangan peluang bisnis sosial, mengaplikasikan pengetahuan dalam usaha, melakukan scaling up, dan harmonisasi kelembagaan dan peraturan.

Penelitian ini memperoleh pendanaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui skema matching fund. Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM menggandeng Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) sebagai mitra dalam penelitian. Kesamaan gagasan dari PSEK UGM dan BRGM dalam pengelolaan mangrove berbasis ekonomi kerakyatan dalam dapat menjadi pintu masuk kerjasama yang menguntungkan kedua pihak terutama pada masyarakat yang lebih luas.

Selama empat tahun ke depan BRGM dan beberapa instansi mendapat mandat untuk melakukan rehabilitasi 600 ribu hektar secara nasional dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional. Kerjasama program yang berfokus tidak hanya pada pola “public works” (padat karya), namun juga pada pengembangan model atau ekosistem mangrove inklusif diharapkan dapat menjadi model bagi efektivitas dan dampak dari pencapaian target tersebut. Usaha baru oleh masyarakat (usaha rakyat, UMKM, Koperasi, BUMDes, swasta) terkait mangrove diharapkan juga makin berkembang melalui program ini. Bagi Perguruan Tinggi, kerjasama ini dapat memperkaya khasanah tema pengajaran, penelitian, dan pengabdian, model-model teori dan praktek, yang penting dalam penciptaan ekosistem Merdeka Belajar – Kampus Merdeka. Rancangan program (roadmap) disusun dua tahun untuk mengoptimalkan dampak hasil yang diharapkan, walaupun target-target spesifik sebagai indikator kinerja ditetapkan berdasarkan output per tahun. Kota Batam di Provinsi Kepulauan Riau disepakati menjadi sasaran kolaborasi program antara PSEK dan BRGM yang secara khusus berada di Kecamatan Galang dan Belakang Padang.

Share This Post

Rilis Terbaru

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*

Informasi dan Kerja sama

Silakan menghubungi tim kami melalui: