Arsip:

Publikasi

Tim Ekspedisi UGM Gelar FGD di Distrik Sota : Dinamika Tenurial Lahan dan Ekonomi Lokal

Sota, Merauke, 8 September 2026. Tim 16 Tim Ekspedisi Patriot UGM 2026 menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Distrik Sota, Kamis (8/9). Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, pemerintah distrik, aparat keamanan, tokoh adat, kepala kampung, serta masyarakat lokal.

Tim Ekspedisi Patriot 16 UGM terdiri dari Rindu Sanubari Mashita Firdaus, S.I.P., M.Sc. sebagai Ketua Tim dan 4 (empat) anggota yaitu Muhammad Alif Al Hakim, S.P.W.K., M.URP, read more

Ekspedisi Patriot KT Muting 2026: Tim UGM Jaring Aspirasi Pengembangan Ekonomi dan Kelembagaan Lokal Bersama Warga Distrik Muting

Elnggol Jaya, Merauke, 3 September 2026. Tim Ekspedisi Patriot 16 UGM melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) bersama masyarakat Distrik Muting di Balai Kampung Elnggol Jaya pada Kamis, 3 September 2026 lalu. FGD mengundang seluruh kepala Satuan Permukiman (SP) 1 sampai 6 serta tokoh masyarakat adat dari masing-masing kampung di seluruh Distrik Muting. Tim Ekspedisi Patriot 16 UGM terdiri dari Rindu Sanubari Mashita Firdaus, S.I.P., M.Sc. sebagai Ketua Tim dan 4 (empat) read more

PUSEKRA UGM dan Pasar Kolombo Luncurkan pasarkolombo.id: Inovasi Belanja Daring Pasar Rakyat Digital v2.0

Transformasi digital kini merambah pasar tradisional di Kabupaten Sleman. Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan (PUSEKRA) UGM membuka peluang bagi masyarakat di sekitar Pasar Kolombo, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, untuk dapat berbelanja berbagai kebutuhan pasar secara daring tanpa harus datang langsung ke pasar.

Melalui platform digital pasarkolombo.id, konsumen dapat melihat berbagai produk yang ditawarkan pedagang Pasar Kolombo, memilih kebutuhan yang diinginkan, memasukkannya ke dalam keranjang belanja, serta melakukan pemesanan melalui sistem pembayaran QRIS.

Inisiatif belanja kebutuhan pasar secara digital tersebut dikembangkan bukan untuk menggantikan pasar rakyat, melainkan untuk memperkuat hubungan antara pedagang dan konsumen sekaligus membuka saluran perdagangan baru bagi pasar.

Peneliti PUSEKRA UGM, Puthut Indroyono, menyampaikan bahwa uji coba platform belanja digital ini menjadi bagian penting untuk melihat bagaimana sistem dapat diterapkan secara langsung sekaligus mengidentifikasi berbagai hal yang masih perlu dikembangkan. Pelaksanaan uji coba tidak hanya bertujuan menguji sistem dari sisi teknologi, tetapi juga menjadi proses pembelajaran bersama antara peneliti, pengelola pasar, pedagang, dan masyarakat sebagai pengguna.

“Dari pelaksanaan ujicoba ini, kami ingin melihat apa yang sudah berjalan baik dan apa yang masih perlu disempurnakan, sehingga apabila nantinya dikembangkan lebih luas, kita sudah lebih siap dan manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” jelas Puthut.

Puthut turut berharap agar masyarakat di sekitar Pasar Kolombo dapat ikut mencoba layanan tersebut selama masa pengembangan atau uji coba, karena pengalaman serta masukan dari masyarakat maupun pedagang akan menjadi bagian penting dalam penyempurnaan Pasar Rakyat Digital V2.0.

Lurah Pasar Kolombo, Kuwat, S.Pd., S.T., menyambut baik pelaksanaan uji coba Pasar Rakyat Digital V2.0 ini. Menurutnya, pemanfaatan teknologi dapat menjadi salah satu cara untuk memberikan kemudahan kepada konsumen sekaligus membuka peluang baru bagi para pedagang.

Konsumen yang sebelumnya memiliki keterbatasan waktu untuk datang langsung ke pasar kini tetap dapat memperoleh keperluan sehari-hari dari pedagang pasar melalui layanan digital. Pihak pengelola Pasar Kolombo juga siap memberikan dukungan penuh agar pasarnya semakin besar dan pedagangnya semakin sejahtera.

Di sisi lain, Peneliti PUSEKRA UGM, Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si., menjelaskan bahwa berbeda dengan platform perdagangan digital pada umumnya, Pasar Rakyat Digital V2.0 dikembangkan melalui pendekatan kolektif dan gotong royong. “Program ini melibatkan pedagang, pengelola pasar, masyarakat, serta berbagai pihak pendukung dalam satu ekosistem pasar rakyat,” tutup Hempri.

Kehadiran platform ini turut menawarkan berbagai keunggulan bagi konsumen maupun pelaku usaha lokal. Anda dapat menikmati kemudahan belanja bahan masakan dan kebutuhan sehari-hari tanpa harus ke pasar dengan jaminan produk segar dan halal. Selain itu, setiap transaksi yang dilakukan secara langsung membantu mendukung dan memperkuat ekonomi para pedagang pasar tradisional.

Cara Belanja dan Ketentuan Masa Promo

Bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dan mencoba berbelanja, program uji coba ini dilangsungkan dalam rentang waktu 12 September 2026 hingga 12 Oktober 2026. Jangkauan riset pengiriman meliputi sebagian wilayah Kapanewon Depok, Mlati, dan Ngaglik yang berada dalam radius 2,5 km dari Pasar Kolombo, serta didukung penawaran khusus berupa fasilitas gratis ongkir selama masa riset berlangsung. Anda dapat menyimak informasi selengkapnya melalui pasarkolombo.id dan mengikuti langkah-langkah berikut untuk mulai berbelanja:

  1. Buka website pasarkolombo.id
  2. Pilih produk yang akan dibeli
  3. Checkout dan lakukan pembayaran dengan QRIS
  4. Pesanan akan diantar oleh kurir di keesokan harinya setelah pesanan dilakukan untuk menjamin produk tetap segar

Rekam Jejak PUSEKRA UGM di Pasar Rakyat Sejak 2012: Dari Sekolah Pasar hingga Digitalisasi

Langkah inovatif pengembangan Pasar Rakyat Digital V2.0 ini bukanlah kali pertama bagi PUSEKRA UGM—yang sebelumnya juga dikenal sebagai Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan (PUSTEK) UGM—dalam upaya memajukan ekosistem pasar tradisional.

Sejak tahun 2012, PUSEKRA UGM secara konsisten telah menorehkan rekam jejak panjang dalam kegiatan riset dan pemberdayaan pedagang, salah satunya melalui program Sekolah Pasar yang berfokus pada penguatan kapasitas pedagang tradisional.

Upaya read more

Peluncuran Buku “Kehidupan & Perjuangan Mubyarto”: Refleksi Ekonomi Berkeadilan untuk Indonesia

Yogyakarta, 12 Agustus 2025 – Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan Universitas Gadjah Mada (PUSEKRA-UGM) merayakan ulang tahun ke-24 sekaligus memperingati 123 tahun kelahiran Bung Hatta dengan meluncurkan buku “Kehidupan dan Perjuangan MUBYARTO: Pemikir-Perintis Ekonomi Pancasila” di Auditorium Mubyarto, Gedung MEP-UGM, Selasa (12/8).

Acara ini menjadi ajang refleksi pemikiran Prof. Mubyarto, salah satu dosen ekonomi UGM yang dikenal luas sebagai tokoh sentral Ekonomi read more

Mubyarto, Pemikir dan Perintis Ekonomi Pancasila dari Kampus UGM

Mubyarto merupakan salah dosen ekonomi UGM pada tiga dekade lalu  dikenal sebagai  pemikir Ekonomi Pancasila . Tidak hanya dalam tataran teori, namun ia telah mempraktikan ekonomi sosial di tengah masyarakat. Pemikirannya yang bernas soal Ekonomi pancasila yang berlandaskan pada pasala 33 UUD 1945 selalu menjadi rujukan bahwa pembangunan ekonomi sepenuhnya untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat yang mengedepankan keadilan ekonomi.

“Lebih dari separuh hidupnya tercurah untuk menggagas sekaligus mempraktikan ekonomi Pancasila,” ujar Dr. Dumairy, M.A, peneliti senior Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM, Selasa (12/8), dalam peluncuran buku berjudul Kehidupan dan Perjuangan MUBYARTO: Pemikir-Perintis Ekonomi Pancasila. Peluncuran dalam memperingati ulang tahun yang ke 24, Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan Universitas Gadjah Mada (PUSEKRA-UGM), sekaligus memperingati 123 tahun kelahiran Bung Hatta.

Dumairi menandaskan membicarakan Ekonomi Pancasila tidak lepas dari nama Mubyarto. Ia bukan sosok pertama yang mencetuskan gagasan itu, juga bukan orang pertama yang menggunakan frasa tersebut, namun dialah orang yang sejauh ini sebagai tokoh utama perihal Ekonomi Pancasila. Kembali ia tandaskan, Prof Muby tidak hanya berpikir tentang konsep tetapi sudah mempraktikannya lewat sebuah lembaga yang tidak kaleng-kaleng berskala nasional. “Di Bappenas, dan itu sudah menjadi acuan bagi banyak pihak. Bahkan beberapa negara pun telah mempelajarinya”, terangnya.

Sebagai penulis buku tersebut, Dumairy menjelaskan secara ringkas bagian pertama buku bercerita dengan nuansa semi-biografi Mubyarto, sementara di bagian kedua buku berisi pikiran-pikiran almarhum dari sejumlah tulisan dan makalah prasaran di berbagai forum ilmiah terutama di tahun terakhir sebelum Mubyarto wafat pada tahun 2005. “Meskipun telah banyak buku dan artikel tentang Ekonomi Pancasila yang dipublikasikan almarhum, namun ada banyak pula naskah yang belum sempat diterbitkan semasa hidupnya. Di bagian pertama buku tentu bisa menarik bagi siapa saja yang ingin mempelajari gagasan besar seorang tokoh. Seringkali pembaca merasa perlu mengenali kepribadian dan latar belakang tokoh tersebut. Siapa sosok atau pribadi, kapan dilahirkan, latar belakang sosial-budayanya seperti apa, bagaimana pendidikan, karier, dan kiprahnya di masyarakat dan seterusnya,” terangnya.

Dumairi menambahkan salah satu gagasan Prof. Muby adalah penerapan Ekonomi Pancasila dengan melaksanakan Pasal 33 UUD 1945 dalam kehidupan sehari-hari. Bahwa hasil bumi dikelola oleh negara untuk kemakmuran rakyat, dan pendapatan negara ditopang oleh kekayaan sumber daya alam yang dimiliki. “Sayang, kondisi saat ini berbalik. Hasil bumi bukan sebagai penopang, justru pendapatan APBN mengandalkan pajak. Dimana 80 persen lebih pendapatan APBN kita saat ini berasal dari pajak”, terangnya.

Plt Kepala PUSEKRA UGM, Dr. Rachmawan Budiarto menyambut baik peluncuran buku Kehidupan dan Perjuangan MUBYARTO: Pemikir-Perintis Ekonomi Pancasila dalam rangka ulang tahun yang ke 24, Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan Universitas Gadjah Mada (PUSEKRA-UGM) sekaligus sekaligus memperingati 123 tahun kelahiran Bung Hatta. “Mengapa di sini disebut ulang tahun ke-24 Pusat Sudi Ekonomi Kerakyatan? Padahal di tahun 2001 Prof. Mubyarto mendirikan Pusat Studi Ekonomi Pancasila. Nama PUSEKRA inipun dulunya Pusat Sudi Ekonomi Pancasila yang kita peringati ulang tahun ke-24 saat ini. Ini tentu melambangkan idealisme kita semua”, paparnya.

Meski berganti nama, dan berdinamika di tahun 2006, Rachmawan mengaku hati mereka dan peneliti lain di PUSEKRA UGM adalah sebagai penerus Ekonomi Pancasila. Walaupun secara formal sebagai Pusat Sudi Ekonomi Kerakyatan UGM, tetapi mereka mengaku tetap menjadi bagian dan mempertahankan idealisme tersebut. “Kamilah penerus dari ekonomi Pancasila yang saat itu didirikan oleh Prof Mubyarto. Jadi hari ini, sekali lagi orang-orang keras kepala ini yang sangat diharapkan oleh Republik Indonesia akan berkumpul untuk merefresh dan saling menyemangati kita semua. Ini momentum yang saya pikir sulit untuk kita lewatkan. Ada kejenuhan kita terhadap beberapa problem yang kita hadapi saat ini, semisal kemiskinan yang angkanya pun masih kita perdebatkan, ada yang percaya, ada yang tidak”, ungkapnya.

Penulis/Sumber: Agung Nugroho (https://ugm.ac.id/id/berita/mubyarto-pemikir-dan-perintis-ekonomi-pancasila-dari-kampus-ugm/)
Penyelaras Ulang: Ryan Ariyanto

Diskusi Teras Pusekra UGM & Peluncuran buku Kehidupan & Perjuangan M U B Y A R T O: Pemikir-Perintis Ekonomi Pancasila

Dalam memperingati ulang tahun yang ke 24, Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan Universitas Gadjah Mada (PUSEKRA-UGM) berencana menyelenggarakan peluncuran buku yang berjudul: Kehidupan dan Perjuangan MUBYARTO: Pemikir-Perintis Ekonomi Pancasila. Tujuan utamanya tiada lain adalah memperbincangkan kembali gagasan Ekonomi Pancasila dan memperkenalkannya kepada yang “belum kenal” Mubyarto (1938-2005), khususnya generasi muda saat ini. Gambaran perekonomian negara Indonesia yang makin kompleks dan akhir-akhir ini banyak pihak menilai sedang “tidak baik-baik saja” serta memunculkan isu-isu fundamental, membuat tim penyunting buku Pusekra-UGM merasa perlu mengangkat kembali tidak hanya kehidupan kisah hidup pribadi dan perjuangan mengembangkan gagasan dan pemikiran kontekstual – yang tidak terbatas pada masa hidup almarhum, tetapi pokok-pokok pikiran Mubyarto tentang Ekonomi Pancasila. Ada banyak karya tulis dari tokoh pemikir Ekonomi Pancasila satu ini yang masih berserakan di sana-sini, yang masih relevan dan terlalu berharga untuk dibiarkan berserakan karena berpotensi hilang terabaikan. Mengumpulkan dan mengkategorisasi dalam kumpulan tulisan yang runtut, dapat menjadikan yang berserakan tersebut menjadi bermanfaat bagi kita saat ini maupun pemikir penerus yang ingin mendalami perspektif ekonomi konstitusi.

Secara ringkas bagian pertama buku bercerita dengan nuansa semi-biografi Mubyarto. Bagi  kita yang ingin mempelajari gagasan besar seorang tokoh, seringkali merasa perlu mengenali kepribadian dan latar belakang tokoh tersebut. Siapa sosok atau pribadi, kapan dilahirkan, latar belakang sosial-budayanya seperti apa, bagaimana pendidikan, karier, dan kiprahnya di masyarakat dan seterusnya. Pada bagian kedua, buku ini berisi pikiran-pikiran almarhum dari sejumlah tulisan dan makalah prasaran di berbagai fora ilmiah terutama di tahun terakhir sebelum Mubyarto wafat (2005). Meskipun telah banyak buku dan artikel tentang Ekonomi Pancasila yang dipublikasikan almarhum, namun ada banyak pula naskah yang belum sempat diterbitkan semasa hidupnya.

Sebagai institusi yang lahirnya dipelopori oleh Mubyarto, Pusekra-UGM, berkepentingan melakukan refleksi terkait visi-misi lembaga. Telah banyak penelitian dan aksi yang diinspirasi dan dilandasi langsung/tidak langsung oleh pemikiran almarhum hingga saat ini. Mendiskusikan pribadi dan pikiran orang yang lebih dari separoh hidupnya menggagas Ekonomi Pancasila dan mengimplementasikannya ke praksis ekonomi, tidak hanya penting Pusekra-UGM menjaga keberlanjutan, tetapi juga pihak-pihak lain yang tertarik dan bersepakat mengembangkan pemikiran Ekonomi Pancasila dalam mengatasi permasalahan bangsa Indonesia saat ini dan yang akan datang.

Pusekra-UGM berdiri berdasar Peraturan Rektor UGM bernama Pusat Studi Ekonomi Pancasila (SK Rektor No 177/P/SK/HKTL/2002) telah menegaskan bahwa hari kelahirannya jatuh pada tanggal 12 Agustus 2001, sebagai bentuk penghargaan kepada hari ulang tahun Bung Hatta, penggagas awal konsep Ekonomi Pancasila. Dirgahayu hari ulang tahun PUSEKRA-UGM ke 24 dan hari lahir Bung Hatta.

 

 

Penulis: Puthut Indroyono

Foto    /Ilustrasi: Ryan Ariyanto

Pembukaan dan Kelas Perdana MRANTASI Pasar: Edukasi Inflasi untuk Pedagang di Pasar Rakyat Bringharjo dan Kolombo

Yogyakarta, 28 Juli 2025 — Dalam rangka memperkuat strategi pengendalian inflasi melalui pendekatan 4K (Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif), Kantor Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (BI DIY) bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY secara resmi membuka kegiatan MRANTASI Pasar (Masyarakat lan Pedagang Tanggap Inflasi) pada Senin, 28 Juli 2025, bertempat di Pendopo Beringharjo, Pasar Beringharjo, Yogyakarta.

Acara pembukaan ini dihadiri oleh Pimpinan BI perwakilan DIY, Sekretariat Daerah DIY, TPID DIY, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Pemerintah Kalurahan Condongcatur, Peguyuban Pedagang Pasar Beringharjo dan Kolombo, Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan Universitas Gadjah Mada (PUSEKRA UGM). Kegiatan ini dibuka dengan sambutan dari Sekretaris Daerah DIY serta Kepala Perwakilan BI DIY, dilanjutkan dengan seremoni pembukaan resmi program MRANTASI Pasar.

MRANTASI Pasar merupakan program literasi dan edukasi yang ditujukan bagi para pedagang pasar tradisional, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan ekonomi lokal melalui pemahaman terhadap dinamika inflasi. Selama periode Juli hingga November 2025, program ini akan dilaksanakan di dua lokasi, yakni Pasar Beringharjo Kota Yogyakarta dan Pasar Kolombo Kabupaten Sleman.

Acara dimulai dengan sambutan dari Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Beny Suharsono, yang menegaskan pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga kestabilan harga di tingkat pasar.

“Pasar tradisional adalah denyut ekonomi masyarakat. Dengan edukasi inflasi yang tepat, para pedagang bisa lebih adaptif menghadapi dinamika harga dan berperan aktif menjaga keseimbangan pasar,” ujar Beny Suharsono.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Perwakilan BI DIY, Sri Darmadi Sudibyo, yang menyampaikan bahwa literasi inflasi bukan hanya tugas regulator, tetapi juga perlu menjadi pemahaman bersama seluruh pelaku ekonomi, termasuk pedagang pasar.

“MRANTASI Pasar adalah wujud sinergi antara kebijakan dan realitas. Kami ingin para pedagang memahami apa itu inflasi, mengapa terjadi, dan bagaimana menyikapinya dengan bijak,” ungkap Sri Darmadi Sudibyo.

Setelah seremoni pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan Kelas Perdana MRANTASI Pasar yang diikuti oleh 20 pedagang pasar Bringharjo. Narasumber kelas Mrantasi Pasar perdana ini adalah Istianto Ari Wibowo, Peneliti PUSEKRA UGM. Dalam kelas ini, Istianto membahas secara interaktif tentang faktor penyebab inflasi, dinamika pasokan barang kebutuhan pokok, serta tips pengelolaan harga oleh pedagang pasar secara berkelanjutan.

Kegiatan ini menjadi langkah awal dari rangkaian MRANTASI Pasar yang akan digelar secara berkala di dua pasar strategis DIY, dengan harapan dapat memperkuat peran pasar tradisional dalam menciptakan ekonomi yang stabil dan tangguh di tengah fluktuasi harga.

————–

Penulis: Ryan Ariyanto

Editor   : Istianto Ari Wibowo

Foto     : Ryan Ariyanto

PUSEKRA UGM Dukung Kota Dumai dalam Penyusunan Brandbook Menuju Smart City

PUSEKRA UGM Dukung Kota Dumai dalam Penyusunan Brandbook Menuju Smart City

Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan Universitas Gadjah Mada (PUSEKRA UGM), berperan aktif dalam upaya pengembangan identitas kota melalui kolaborasi strategis bersama Pemerintah Kota Dumai. Kolaborasi ini terwujud dalam rangkaian kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan pendampingan penyusunan Brandbook Kota Dumai yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Dumai.

FGD yang dilaksanakan pada Jumat (4/10/2024) di Ruang Rapat read more

Ekonom UGM Sarankan Penguatan Kelas Menengah untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Ekonom UGM, Elan Satriawan, M.Ec., Ph.D., menyoroti pentingnya kebijakan pembangunan berbasis data dan hasil riset dalam membangun ekonomi yang inklusif. Sebab, pertumbuhan ekonomi yang tidak inklusif berpotensi memperlebar kesenjangan sosial, alih-alih mengentaskan kemiskinan itu sendiri. “Statistik menunjukkan kelas menengah ini turun menuju kelas menengah dan rentan. Walaupun belum jatuh (ke kelas miskin), ini tidak bisa dibiarkan,” ujar Elan Satriawan dalam sesi Diskusi Teras Pusekra UGM yang bertajuk “Pertumbuhan Ekonomi Inklusif, Kemiskinan dan Kelas Menengah”, dalam rilis yang dikirim ke wartawan, Rabu (5/3)

Meskipun pertumbuhan ekonomi menjadi prioritas, penting bagi pemerintah untuk tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga kesejahteraan rakyat. Pemerintah harus memastikan pertumbuhan ekonomi tidak hanya terjadi di tingkat makro, tetapi juga mikro dan menengah. “Tidak hanya memberantas kemiskinan ekstrem, tetapi juga memastikan kelas menengah terus memiliki daya beli yang kuat,” paparnya.

Untuk menjadi negara maju, menurut Elan, kebijakan ekonomi harus diarahkan untuk memperkuat kelas menengah. Negara maju memiliki kelas menengah yang kuat dan berkontribusi terhadap ekonomi nasional. Oleh karena itu, kebijakan ekonomi harus difokuskan pada penguatan kelas menengah melalui lapangan kerja yang berkualitas dan akses terhadap peluang ekonomi yang lebih besar. “PR kita selanjutnya adalah menolong kelas menengah yang masih bekerja di sektor informal, tetapi tidak mendapatkan bantuan dari negara sekaligus harus membayar pajak. Menurut saya kelas menengah ini seharusnya menjadi perhatian serius dari pemerintah,” ujarnya.

Soal kebijakan ekonomi berbasis data dan riset, Elan menceritakan tentang pengalamannya sebagai bagian dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) di era Presiden SBY dan Jokowi. Menurutnya TNP2K hadir untuk membuat analisis, kajian, dan riset yang menjadi landasan rekomendasi dan masukan yang diberikan ke pemerintah. Selain itu, tim tersebut berfungsi sebagai ‘jembatan’ antara pemerintah selaku pemangku kebijakan dengan think-tank eksternal, baik universitas maupun lembaga penelitian, sebagai produser knowledge (ilmu pengetahuan) dan evidence (bukti). Sejalan dengan fungsi TNP2K, Elan menekankan pentingnya penyusunan kebijakan berbasis bukti. “Kebijakan-kebijakan memang harus berdasar data, harus berdasarkan evidence, itu mungkin bisa turun kualitasnya kalau ini tidak dilakukan,” ujarnya.

Salah satu contoh kebijakan berbasis bukti yang sukses menurut Elan adalah merombak distribusi program bantuan pangan Raskin. Di masa pemerintahan SBY, Raskin didistribusikan dari pusat ke desa. Hal ini berpotensi membuka celah kecurangan, terutama di tingkat desa. Selanjutnya, di masa pemerintahan Jokowi, Raskin didistribusikan dalam bentuk voucher atau kupon yang dapat dibeli di warung lokal. Dengan perubahan ini, bantuan dapat disalurkan lebih tepat sasaran, mengurangi potensi penyalahgunaan, dan meningkatkan efektivitas dalam membantu masyarakat miskin. “Hasil evaluasi di American Economic menunjukkan bahwa program ini bagus, sangat jauh efektivitasnya apabila dibandingkan dengan Raskin,” ucap Elan.

sumber: https://ugm.ac.id/id/berita/ekonom-ugm-sarankan-penguatan-kelas-menengah-untuk-mendorong-pertumbuhan-ekonomi-nasional/
Penyunting: Ryan Ariyanto

Sekampus.com Diskusi Teras UGM

Membangun Ekonomi Inklusif: Elan Satriawan Bahas Solusi Atasi Kemiskinan dan Tantangan Kelas Menengah di Diskusi PUSEKRA UGM

Kampus Update! Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan (PUSEKRA) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar acara Diskusi Teras yang membahas isu besar mengenai Pertumbuhan Ekonomi Inklusif, Kemiskinan, dan Kelas Menengah.

Acara ini diadakan pada Jumat, 28 Februari 2025, di Gedung Pusat Antar Universitas (PAU) UGM, Yogyakarta. Diskusi dipandu oleh Mohammad Genta Mahardika, S.E., M.B.A., peneliti di PUSEKRA UGM, dengan pemateri utama Elan Satriawan, M.Ec., Ph.D., dosen Departemen Ilmu Ekonomi FEB UGM.

Pada read more