Peluncuran Buku “Kehidupan & Perjuangan Mubyarto”: Refleksi Ekonomi Berkeadilan untuk Indonesia

Yogyakarta, 12 Agustus 2025 – Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan Universitas Gadjah Mada (PUSEKRA-UGM) merayakan ulang tahun ke-24 sekaligus memperingati 123 tahun kelahiran Bung Hatta dengan meluncurkan buku “Kehidupan dan Perjuangan MUBYARTO: Pemikir-Perintis Ekonomi Pancasila” di Auditorium Mubyarto, Gedung MEP-UGM, Selasa (12/8).

Acara ini menjadi ajang refleksi pemikiran Prof. Mubyarto, salah satu dosen ekonomi UGM yang dikenal luas sebagai tokoh sentral Ekonomi Pancasila. Tidak hanya sebagai konseptor, Mubyarto juga mempraktikkan ekonomi sosial di tengah masyarakat, mengimplementasikan Pasal 33 UUD 1945 yang menempatkan kemakmuran rakyat sebagai tujuan utama pembangunan ekonomi.

“Lebih dari separuh hidupnya tercurah untuk menggagas sekaligus mempraktikkan Ekonomi Pancasila,” ujar Dr. Dumairy, M.A., peneliti senior PUSEKRA-UGM sekaligus penyunting buku tersebut. Dumairy menegaskan bahwa berbicara Ekonomi Pancasila tidak lepas dari nama Mubyarto. “Beliau memang bukan orang pertama yang mencetuskan frasa itu, tapi dialah tokoh utama yang mengembangkan konsepnya dan mempraktikkannya melalui lembaga berskala nasional. Bahkan beberapa negara pernah mempelajarinya,” jelasnya.

Buku ini terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama memuat semi-biografi yang menelusuri kehidupan pribadi, latar sosial-budaya, pendidikan, dan kiprah Mubyarto. Bagian kedua berisi kumpulan pemikiran almarhum dari berbagai tulisan dan makalah, termasuk yang belum pernah diterbitkan semasa hidupnya. “Salah satu gagasan besarnya adalah penerapan Pasal 33 UUD 1945 dalam kehidupan sehari-hari. Sayangnya, kondisi saat ini berbalik. Pendapatan negara lebih banyak bertumpu pada pajak, sementara potensi hasil bumi sebagai penopang justru terabaikan,” tambah Dumairy.

Plt Kepala PUSEKRA UGM, Dr. Rachmawan Budiarto, mengungkapkan bahwa momentum ini menjadi pengingat bagi para peneliti untuk tetap setia pada idealisme yang diwariskan Prof. Mubyarto. “Mengapa kita sebut ulang tahun ke-24? Karena tahun 2001 Prof. Muby mendirikan Pusat Studi Ekonomi Pancasila, yang kini menjadi PUSEKRA. Meski berganti nama dan mengalami dinamika, kami tetap merasa sebagai penerus ekonomi Pancasila yang beliau gagas,” ujar Rachmawan.

Rachmawan menekankan pentingnya acara ini untuk memperkuat semangat menghadapi tantangan ekonomi saat ini, mulai dari kemiskinan hingga ketimpangan. “Hari ini, orang-orang keras kepala yang diharapkan Republik ini berkumpul untuk saling menyemangati. Kita sedang menghadapi kejenuhan terhadap berbagai problem bangsa. Inilah saatnya merefresh komitmen kita,” tandasnya.

Peluncuran buku ini dihadiri oleh akademisi, perwakilan pemerintah, pelaku usaha, LSM, perbankan, koperasi, dan media massa. Diskusi yang berlangsung hangat diharapkan dapat menjadi pemantik untuk menghidupkan kembali gagasan Ekonomi Pancasila sebagai solusi berkelanjutan bagi permasalahan ekonomi bangsa.

Penulis: Ryan Ariyanto

Share This Post

Rilis Terbaru

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Informasi dan Kerja sama

Silakan menghubungi tim kami melalui: