Arsip:

Berita

Ekonom UGM Sarankan Penguatan Kelas Menengah untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Ekonom UGM, Elan Satriawan, M.Ec., Ph.D., menyoroti pentingnya kebijakan pembangunan berbasis data dan hasil riset dalam membangun ekonomi yang inklusif. Sebab, pertumbuhan ekonomi yang tidak inklusif berpotensi memperlebar kesenjangan sosial, alih-alih mengentaskan kemiskinan itu sendiri. “Statistik menunjukkan kelas menengah ini turun menuju kelas menengah dan rentan. Walaupun belum jatuh (ke kelas miskin), ini tidak bisa dibiarkan,” ujar Elan Satriawan dalam sesi Diskusi Teras Pusekra UGM read more

Sekampus.com Diskusi Teras UGM

Membangun Ekonomi Inklusif: Elan Satriawan Bahas Solusi Atasi Kemiskinan dan Tantangan Kelas Menengah di Diskusi PUSEKRA UGM

Kampus Update! Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan (PUSEKRA) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar acara Diskusi Teras yang membahas isu besar mengenai Pertumbuhan Ekonomi Inklusif, Kemiskinan, dan Kelas Menengah.

Acara ini diadakan pada Jumat, 28 Februari 2025, di Gedung Pusat Antar Universitas (PAU) UGM, Yogyakarta. Diskusi dipandu oleh Mohammad Genta Mahardika, S.E., M.B.A., peneliti di PUSEKRA UGM, dengan pemateri utama Elan Satriawan, M.Ec., Ph.D., dosen Departemen Ilmu Ekonomi FEB UGM.

Pada read more

Diskusi Teras PUSEKRA UGM Bahas Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Kemiskinan

Sedesa.id Yogyakarta, 28 Februari 2025 – Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan (PUSEKRA) Universitas Gadjah Mada (UGM) mengadakan Diskusi Teras yang membahas isu penting tentang Pertumbuhan Ekonomi Inklusif, Kemiskinan, dan Kelas Menengah pada Jumat, 28 Februari 2025, di Gedung Pusat Antar Universitas (PAU) UGM, Yogyakarta. Acara ini dipandu oleh Mohammad Genta Mahardika, S.E., M.B.A., peneliti di PUSEKRA UGM, dengan pemateri utama Elan Satriawan, M.Ec., Ph.D., dosen Departemen Ilmu Ekonomi FEB UGM.

Dalam read more

Launching Kampoeng Kakao Menoreh: Meningkatkan Potensi Kakao melalui Integrasi Perkebunan, Pengolahan, dan Pariwisata

Kampoeng Kakao Menoreh, sebuah inisiatif yang diusung oleh generasi muda di Kalurahan Banjarharjo, Kapanewon Kalibawang, resmi diluncurkan pada Kamis, 13 Februari 2024. Program ini bertujuan untuk mengembangkan potensi kakao lokal melalui sinergi antara sektor perkebunan, pengolahan, dan pariwisata, serta memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal.

Acara launching ini dihadiri oleh sejumlah pihak terkait, termasuk Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon read more

Reformasi Ekonomi dan Politik: Analisis PUSEKRA UGM tentang Pemerintahan Baru

Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan Universitas Gadjah Mada (PUSEKRA UGM) baru-baru ini mengadakan Diskusi Teras Pusekra edisi pertama, yang mengangkat tema Prediksi Masa Depan Ekonomi dan Politik di Pemerintahan Baru.

Diskusi ini bertujuan untuk membahas tantangan dan peluang yang akan dihadapi oleh pemerintahan baru, baik dari sisi ekonomi maupun politik.

Diskusi tersebut menghadirkan dua narasumber utama: Peneliti Senior PUSEKRA UGM, Dr. Dumairy, M.A., dan Wakil Rektor UGM, Dr. Arie Sudjito, S.Sos., M.Si. Sementara itu, Kepala PUSEKRA UGM, Dr. Rachmawan Budiarto, berperan sebagai moderator.

Transformasi Ekonomi dan Demokrasi, Perlu Konsolidasi Rakyat dan Mahasiswa

Sosiolog UGM Dr Arie Sujito menyoroti kampus sebagai institusi pendidikan seharusnya fokus pada peningkatan kualitas pendidikan.

Fokus perguruan tinggu bukan pada proyek-proyek yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan, seperti terlibat dalam pertambangan

Ia menegaskan hal itu pada diskusi bertajuk ”Prediksi Masa Depan Demokrasi Ekonomi dan Politik di Pemerintahan Baru” di Gedung Pusat Antar Universitas (PAU), Sekolah Pascasarjana UGM, Jumat (31/1).

Karena itu masyarakat, terutama mahasiswa perlu berkonsolidasi untuk melakukan perubahan. Apabila masyarakat cepat puas dengan keadaan yang ada, transformasi ekonomi dan demokrasi politik akan sulit terjadi.

”Konsolidasi yang kuat akan mendorong transformasi demokrasi, seperti saat mahasiswa turun ke jalan untuk menuntut pembatalan PPN 12 persen. Saya percaya mahasiswa bisa menjadi agen potensial dalam mendukung transformasi demokrasi,” ujar Arie.

Ekonom UGM Nilai Kinerja Ekonomi Kabinet Merah Putih Belum Terlihat

Ekonom UGM Dr. Dumairy mengatakan masih terlalu dini untuk menilai secara subjektif kinerja ekonomi Kabinet Merah Putih, sebab program kerja yang diemban oleh kabinet sekarang ini tidak seluruhnya program kerja baru. Beberapa program kerja yang masih berjalan merupakan program kerja turunan dari kabinet sebelumnya, yaitu Kabinet Indonesia Maju 2019-2024. “Tidak gampang (untuk menjalankan program turunan) karena tidak semuanya inisiatif Prabowo-Gibran,” ujar Dumairy dalam diskusi read more

Polemik Kebijakan Baru LPG 3 Kg Ini Tanggapan Peneliti Senior PUSEKRA UGM Fahmy Radhi

Pemerintah Indonesia baru-baru ini mengumumkan kebijakan baru terkait distribusi gas LPG 3 kg bersubsidi, yang kini tidak lagi dijual melalui pengecer atau warung-warung kecil, melainkan langsung melalui pangkalan resmi. Kebijakan ini memungkinkan siapa saja untuk membuka pangkalan gas 3 kg dengan mendaftarkan usaha mereka melalui situs resmi OSS (Online Single Submission).

Menurut pengamat ekonomi energi dan peneliti senior Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan (PUSEKRA) UGM, Fahmy Radhi, kebijakan ini justru berpotensi mempersulit masyarakat miskin yang bergantung pada pengecer untuk mendapatkan gas bersubsidi dengan mudah dan dekat dari rumah.

Selama ini, warga miskin dapat membeli gas 3 kg di warung-warung kecil atau pengecer di lingkungan mereka, yang sering kali buka 24 jam dan dekat dengan lokasi tempat tinggal mereka. Dengan adanya kebijakan ini, masyarakat diharuskan pergi ke pangkalan resmi yang terpusat dan hanya buka pada jam tertentu, memicu kekhawatiran akan terjadinya antrian panjang.

Rekrutmen Mahasiswa Merdeka Belajar Kampus Merdeka

Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM membuka kesempatan kepada mahasiswa Universitas Gadjah Mada untuk terlibat dalam penelitian berjudul Pengembangan Ekonomi Lokal di Ekosistem Lahan Basah Mangrove dan Gambut di Provinsi Kepulauan Riau, Jambi, Riau, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Selatan dengan Tema Ekowisata dan Pewarna Alami.

Penelitian ini memperoleh pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui skema Matching Fund.

Penelitian mengambil read more

Pengembangan Ekowisata Mangrove Terpadu di Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau

Salah satu tantangan mempertahankan ekosistem mangrove, rehabilitasi, maupun dalam pemanfaatan mangrove untuk tujuan produktif adalah belum optimalnya pendekatan pembangunan inklusif, kerjasama antar pelaku usaha dan kewilayahan. Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan (PSEK), Universitas Gadjah Mada sejak berdiri telah mengembangkan berbagai kajian aksi (action-research) dan berhasil mengembangkan model-model pengembangan SDM dan kelembagaan di beberapa sektor, yang fokus utamanya pada pengembangan kesadaran. Penelitian terbaru mengenai perspektif kewirausahaan hijau dan demokrasi ekonomi tengah berjalan dalam program Prioritas Riset Nasional (PRN 2020-2024) bertema pembangunan inklusif.

Tujuan penelitian adalah (1) mengidentifikasi potensi SDA (bio-fisik, sosial, ekonomi, budaya, dan kepemerintahan desa-desa) dalam upaya kolaborasi antar-lembaga sosial-ekonomi di kawasan mangrove; 2) menyiapkan model kelembagaan dan desain rencana usaha kreatif dari usaha-usaha rakyat/lokal berdasar kriteria 4 A + C (Attraction, Amenities, Accessibility, Ancillary Services, and Community Participation); dan 3) melakukan uji-coba kurikulum Sekolah Ekowisata Mangrove dalam menciptakan kader-kader yang memiliki visi dan keahlian dalam pengembangan peluang bisnis sosial, mengaplikasikan pengetahuan dalam usaha, melakukan scaling up, dan harmonisasi kelembagaan dan peraturan.

Penelitian ini memperoleh pendanaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui skema matching fund. Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM menggandeng Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) sebagai mitra dalam penelitian. Kesamaan gagasan dari PSEK UGM dan BRGM dalam pengelolaan mangrove berbasis ekonomi kerakyatan dalam dapat menjadi pintu masuk kerjasama yang menguntungkan kedua pihak terutama pada masyarakat yang lebih luas.

Selama empat tahun ke depan BRGM dan beberapa instansi mendapat mandat untuk melakukan rehabilitasi 600 ribu hektar secara nasional dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional. Kerjasama program yang berfokus tidak hanya pada pola “public works” (padat karya), namun juga pada pengembangan model atau ekosistem mangrove inklusif diharapkan dapat menjadi model bagi efektivitas dan dampak dari pencapaian target tersebut. Usaha baru oleh masyarakat (usaha rakyat, UMKM, Koperasi, BUMDes, swasta) terkait mangrove diharapkan juga makin berkembang melalui program ini. Bagi Perguruan Tinggi, kerjasama ini dapat memperkaya khasanah tema pengajaran, penelitian, dan pengabdian, model-model teori dan praktek, yang penting dalam penciptaan ekosistem Merdeka Belajar – Kampus Merdeka. Rancangan program (roadmap) disusun dua tahun untuk mengoptimalkan dampak hasil yang diharapkan, walaupun target-target spesifik sebagai indikator kinerja ditetapkan berdasarkan output per tahun. Kota Batam di Provinsi Kepulauan Riau disepakati menjadi sasaran kolaborasi program antara PSEK dan BRGM yang secara khusus berada di Kecamatan Galang dan Belakang Padang.