Training & Workshop

TRAINING/WORKSHOP

Strategi dan Kebijakan Pengelolaan Pasar Tradisional


LATAR BELAKANG

Saat ini pasar tradisional masih menjadi wadah utama penjualan produk-produk berskala ekonomi rakyat seperti petani, nelayan,pedagang barang kerajinan tangan dan produk industri rumah tangga (industrirakyat). Pasar tradisional merupakan sandaran hidup bagi banyak orang dan interaksi sosial yang terjadi sangat kental di dalam pasar dengan cara penjualan langsung (sistem tawar menawar). Pasar tradisional merupakan kumpulan para wirausaha yang memiliki modal sendiri dengan kekuatan sendiri. Sayangnya beberapa tahun terakhir ini pasar tradisional menghadapi tantangan berat dengan kian masifnya penetrasi pusat perbelanjaan dan toko modern.

Data KPPU menyebutkan bahwa ritel Alfamart tumbuh 13,26% dari sebanyak 2.736 outlet pada tahun 2008 menjadi sebanyak 3.098 outlet pada tahun 2009. Sedangkan ritel Indomaret tumbuh 14,16% dari sebanyak 3.093 outlet pada tahun 2008 menjadi sebanyak 3.531 outlet pada tahun 2009. Ritel moder nmemperkerjakan sekitar 30.000 tenaga kerja di seluruh Indonesia. Ekspansi ritel modern telah berdampak pada kinerja ekonomi pasar tradisional. Survei AC Nielsen menunjukkan bahwa pangsa pasar ritel modern meningkat dari 35% pada tahun 2000 Sementara omset ritel tradisional justru menurun dari sebesar 65% pada tahun 2000 menjadi hanya sebesar 47% pada tahun 2008. Pedagang di beberapa pasar tradisional merasakan penurunan, di DKI, Malang, maupun Bandung, masing-masing sebesar 60%, 30%, dan 40%.

Ekspansi ritel modern selain menurunkan kinerja pasar tradisional juga berdampak pada penurunan kinerja pemasok kecil dalam negeri, distributor lokal, dan pekerja informal di pasar tradisional.Selain dihadapkan pada permasalahan mahalnya biaya sewa kios pasar yang telah diremajakan, pedagang juga menghadapi masalah perubahan preferensi konsumen pasca ekspansi ritel modern. menjadi sebesar 53% pada tahun 2008. Survey AC Nielsen pada tahun 2009 menyebutkan bahwa 93% konsumen sudah menjadikan kegiatan belanja sebagai salah satu mode rekreasi mereka. Model yang mereka cari adalah tempat yang memberi keleluasaan untuk berbelanja semua kebutuhan mereka (one stop shopping). Kondisi ini tentu akan semakin meminggirkan peran pedagang pasar kala mana tidak ada perlindungan dan model pengembangan pasar tradisional yang tepat ke depan.

Regulasi yang sudah ada yaitu Perpres 112 tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Modern maupun Permendag yang mengatur pedomannya kiranya belum cukup melindungi pasar tradisional. Lebih-lebih belum tersedia arahan dan model yang dapat dicontoh untuk mengembangkannya. Dalam pada itu, ekspansi ritel modern yang juga masif tidak hanya di perkotaan tapi juga telah masuk di kota-kota kecamatan di Indonesia, telah menimbulkan kegelisahan di kalangan pedagang pasar. Berdasarkan kondisi diatas, Mubyarto Institute bersama dengan Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM akan menyelenggarakan pelatihan (training) tentang pengelolaan pasart

Tujuan Kegiatan

  1. Memperluas wawasan dan kemampuan peserta dalam memahami kondisi dan permasalahan mutakhir tentang pasar tradisional di Indonesia
  2. Meningkatkan wawasan dan kemampuan peserta dalam merumuskan strategi dan kebijakan perlindungan kepada pelaku pasar tradisional
  3. Meningkatkan wawasan dan keahlian peserta dalam merumuskan strategi kebijakan pengembangan pasartradisional.
  4. Meningkatkan wawasan dan keahlian peserta dalam mengembangkan model-model pemberdayaan pasar tradisional.

Lingkup Sasaran
Peserta diharapkan berasal dari pejabat di instansi pemerintah Pusat dan Daerah, Bappeda, Dinas Perdagangan, Industri, Koperasi, Dinas Pasar,Anggota DPR dan DPRD dan institusi terkait lainnya.

Metode

Peserta diharapkan berasal dari pejabat di instansi pemerintah Pusat dan Daerah, Bappeda, DinasPerdagangan, Industri, Koperasi, Dinas Pasar,Anggota DPR dan DPRD dan institusi terkait lainnya. Metode Klasikal, diskusi pakar dengan suasana interaktif dan dialogis, dipandu fasilitator; Diskusi kelompok untuk memperdalam (mengembangkan) materi klasikal; Penulisan (critical review) yang terkait dengan materi klasikal / diskusi kelompok.

Kurikulum

  1. Strategi aplikasi ekonomi kerakyatan dalam penyelenggaraan sektor perdagangan di tingkat lokal
  2. Strategi pemetaan potensi dan perintisan model Pasar Mandiri Terpadu berbasis sumber daya lokal
  3. Strategi alternatif renovasi dan rehabilitasi fisik pasar tradisional berbasis sosio-budaya dan kearifan lokal
  4. Strategi inovasi pola-pola manajemen (pengelolaan) profesional pasar tradisional
  5. Strategi revitalisasi dan model pengembangan kelembagaan dan usaha Koperasi Pasar Tradisional
  6. Strategi instalasi Sekolah Pasar sebagai media pemberdayaan Sumber Daya Manusia pelaku pasartradisional
  7. Strategi instalasi Bursa Koperasi sebagai media pengembangan jaringan (interkoneksi) antar pasar tradisional berbasis Teknologi Informasi
  8. Kunjungan lapangan ke pasar tradisional di Propinsi D.I.Yogyakarta

Pemateri / Trainer

  1. Dr. Poppy Ismalina, M.Ec.Dev – Direktur Magister Ekonomika Pembangunan UGM
  2. Dr. Revisond Baswir, MBA. – Pengamat Ekonomi, Staff Ahli Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM
  3. Dr. Fahmy Radi, MBA. – Direktur Mubyarto Institute
  4. Awan Santosa, SE.M.Sc- Direktur Sekolah Pasar, Ketua Pusat Kewirausahaan UMBY
  5. Rahayu Budi – Mantan kepala PUSDIKLAT Kementrian Perdagangan
  6. dan pakar lain di bidang terkait.

 

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi, Puthut Indroyono : 08121587851